Pseudo Padparadscha

Pseudo Padparadscha

By Adam Harits, G.G and Ser Yuan Tan, G.G and Geologist.

Baru-baru ini kami menerima batu permata Sapphire, dengan perpaduan warna orangy-pink yang cukup baik. Bagi yang belum mengetahui, perpaduan orangy-pink pada batu Sapphire dapat di klasifikasikan sebagai Padparadscha. Selain perpaduan orangy-pink (dominan pink dengan campuran orange), warna pinkish-orange (dominan orange dengan campuran pink) dan orange-pink/pink-orange (perpaduan sempurna) juga dapat diklasifikasikan sebagai padparadscha. Ada dua batu permata Sapphire yang masuk ke kami hari ini, satu terlihat orangy-pink dan satu lagi terlihat orange & pink.

Dari pengamatan mata biasa, jelas sekali salah satu dari dua batu tersebut adalah padparadscha. Yang menarik perhatian adalah ketika kami melakukan analisa microscopic, ternyata warna orange yang terlihat secara visual tanpa bantuan loupe/microscope ternyata berasal dari inklusi.

Secara umum warna terjadi dikarenakan adanya penyerapan panjang gelombang cahaya dari trace elements pada suatu benda baru kemudian memantulkan panjang gelombang yang dapat terserap benda tersebut sehingga menghasilkansuatu warna tertentu. Begitu juga warna yang kita lihat pada batu permata. Sedangkan yang kami dapati pada pembahasan ini adalah adanya distorsi warna yang disebabkan inklusi yang ditunjang dengan cutting batu permata tersebut. Facet pada cutting suatu batu permata juga berperan besar dalam memantulkan gelombang cahaya ke pengelihatan kita.

Inklusi berwarna kuning/orange yang kami maksud disini adalah iron stain. Iron stain sendiri biasa ditemukan pada Corundum yang berasal dari wilayah magmatic, seperti Madagascar, dan juga wilayah Metamorphic seperti Sri lanka. Jika kita perhatikan pada foto dibawah ini, dapat terlihat bahwa warna pada batu tersebut hanya pink saja. Seluruh komponen orange murni berasal dari iron stain.

 

Inklusi iron Stain2
pembesaran 40X
Inklusi iron Stain3
iron stain
Inklusi Iron Stain di crack
iron stain yang cukup besar

Inklusi iron Stain

 

Dalam prosesnya, Hujan yang turun membasahi tanah masuk kedalam permukaan bumi dan membersihkan iron dari sedimen, dimana ketika terjadi kontak dengan mineral Corundum, air yang sudah mengandung iron tersebut mengisi celah-celah/crack pada Corundum. Air dalam celah-celah pada Corundum biasanya akan menguap, sehingga meninggalkan iron tersebut yang pada akhirnya menyatu dengan crack. Benar bahwasanya Iron adalah suatu element dan merupakan salah satu element yang dapat menyebabkan suatu warna, tetapi hal itu hanya bisa terjadi apabila iron berdiri sendiri. Sedangkan dalam pembahasan kali ini, element iron sudah berubah menjadi suatu inklusi solid yang terkontaminasi dengan celah-celah/crack pada batu permata Corundum.

Ini lah yang kami sebut sebagai “pseudo” padparadscha. Tentu istilah ini tidak kami cantumkan dalam laporan kami, namun hanya istilah yang kami gunakan agar mudah bagi kita semua memahami perbedaannya, mana padparadscha sungguhan dan mana yang bukan.

Kami harap informasi singkat ini dapat bermanfaat.

 

 

Terima kasih

Adam & Yuan

Photo by: Mingma Sherpa, D.G.I., G.G.

 

References:

http://gemologyproject.com/wiki/index.php?title=Causes_of_color#Electron_color_centers

https://www.itp.uni-hannover.de/~zawischa/ITP/origins.html

https://www.gemsociety.org/article/gem-formation/

Photo Atlas, Volume. 3

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s