Perbedaan dimensi pada batu mulia, sejauh mana batasannya?

Melihat banyaknya kasus akhir-akhir ini, dimana hasil pemeriksaan dari satu lab dibandingkan dengan lab lainnya, saya tertarik untuk membahas sedikit saja tentang dimensi pada batu mulia.
Biasanya, masyarakat umum akan membahas setiap sisi perbedaan yang terdapat dalam laporan tersebut. Mulai dari perbedaan jenis batu yg tercantum (tentunya :p), berat, cutting, shape, foto, warna, comment, origin, dan bahkan yang paling luar biasa perbedaan dimensi. Nah pertanyaannya, sejauh mana perbedaan dimensi dapat dimaklumi? 
Begini, dimensi tentu penting dalam menentukan apakah batunya sama atau tidak. Tapi harap di garis bawahi, ini penting, kita berbicara dimensi dengan skala ukuran (mm). Bukan centimeter (cm). 
Kedua, yang lebih dahsyatnya lagi, kita berbicara dua angka dibelakang koma/titik. Betul ya? Karena biasanya perbedaan terdapat di dua angka belakang koma/titik

Saya beri contoh:
Lab A: 8.54 x 5.27 x 2.90 (mm)

Lab B: 8.50 x 5.23 x 2.86 (mm)

Lab C: 8.57 x 5.26 x 2.93 (mm)

“Waahh dimensinya beda! Batunya beda nih”
“Waduh parah ni lab-lab, masa dimensinya gak ada yg sama, gimana sih??”

“Wah ini gak jelas jadi batunya beda apa labnya yg gak bener sih?”

Biasanya begini respon-respon yang sering sekali saya temui. Halo om tante bapak ibu mas mbak, dua angka dibelakang koma itu perbedaanya mungkin baru keliatan klo kita pake kaca pembesar! Jadi gak mungkin dimensi akan sama persis. Saya ulangi, tidak mungkin. 
Yang diukur ini mm sekali lg saya tekankan. Kita ganti alat ukur dimensi kita yang lama dengan yang baru aja pasti juga dua angka dibelakang koma gak akan ada yang sama. Gak percaya? Coba beli alat ukur dimensi, beli 2 aja. Lalu test sendiri. Jadi kalo kasus kayak diatas, itu bukan human error, tapi memang begitu adanya. Batunya sama? Ya sama lah om. Jadi klo ada Lab gak terima complain dan berkilah bahwa dimensinya beda tuh, batunya paling beda, itu bullshit. Untuk kasus kayak contoh diatas loh ya. 

Kalo kasusnya begini baru beda cerita:

Lab A: 7.55 x 3.65 x 2.22 (mm)
Lab B: 6.12 x 3.33 x 2.75 (mm)

Ini baru ada dua kemungkinan, pertama, batunya beda atau kedua, yang ngukur dimensinya sambil ngigo. 

Mudah-mudahan pada paham ya. Ayo lah dewasa dalam mengkritisi sesuatu, dan pihak yg di kritik juga harus jujur. 

OBRAL INTEGRITAS: Terlena dengan budaya membodohi sesama


Gila juga liat “lab” yg asal sebut origin. Dari sekian banyak penulisan Origin yg asal-asalan, paling dahsyat itu ketika Moldavite ditulis Origin Ceko. Ini kan levelnya sudah sampai tahap mengkhawatirkan. Coba dong berikutnya tulis juga origin ‘Gemologist’nya hehehe. 

Saya selalu bilang ke customer yang nanya kenapa batu a, batu b, batu c, gak bisa dicek originnya? Saya selalu jawab, anda mau saya copy origin dari google terus cantumkan di sertifikat? Bisa aja gampang itu, tinggal copy, masuk kantong juga lebih kok. Enak disaya tp rugi di anda. Bayar mahal-mahal eh dibohongin. Modal bohonginnya cuma langganan internet perbulan pula supaya bisa akses mbah google. Huhu. Sedih gak, sih? 
Wahai para praktisi “lab” kembali lah ke jalan yg lurus. Jangan terus-terusan gadaikan integritas dan kredibilitas kalian demi keuntungan semata. Its not worth it. Berikan edukasi yg bermanfaat, bukan terus-terusan terlena dengan budaya membodohi sesama. 
Berbenah lah sebelum terlambat. 

Sekian dan terima kasih.

Adam Harits, G.G

Keterangan:

*Lab tanda kutip. Berarti saya tidak anggap praktisi ini sebagai lab. 
*Status ini tidak dibuat untuk menyinggung Lab yg dibangun penuh tanggung jawab seperti lab kawan-kawan saya yg tergabung dalam wadah diskusi gemologist. Dan tidak alasan juga bagi kawan-kawan saya untuk tersinggung karena celotehan ini juga mungkin sudah lama menari-nari dipikiran mereka. Saya gak perlu sebut satu-satu ya. 
*saya tidak membahas kesalahan lab, karena sehebat apapun akademisi didalamnya, pasti lab pernah salah. Lab terbaik dan terbesar didunia yang menjadi kiblat dunia batu permata pun pernah melakukan kesalahan. Apalagi kita yg masih terus belajar meningkatkan kualitas agar menjadi yang terbaik. Yang saya bicarakan disini konteksnya adalah pembohongan dan pembodohan publik. 

Pseudo Padparadscha

Pseudo Padparadscha

By Adam Harits, G.G and Ser Yuan Tan, G.G and Geologist.

Baru-baru ini kami menerima batu permata Sapphire, dengan perpaduan warna orangy-pink yang cukup baik. Bagi yang belum mengetahui, perpaduan orangy-pink pada batu Sapphire dapat di klasifikasikan sebagai Padparadscha. Selain perpaduan orangy-pink (dominan pink dengan campuran orange), warna pinkish-orange (dominan orange dengan campuran pink) dan orange-pink/pink-orange (perpaduan sempurna) juga dapat diklasifikasikan sebagai padparadscha. Ada dua batu permata Sapphire yang masuk ke kami hari ini, satu terlihat orangy-pink dan satu lagi terlihat orange & pink.

Dari pengamatan mata biasa, jelas sekali salah satu dari dua batu tersebut adalah padparadscha. Yang menarik perhatian adalah ketika kami melakukan analisa microscopic, ternyata warna orange yang terlihat secara visual tanpa bantuan loupe/microscope ternyata berasal dari inklusi.

Secara umum warna terjadi dikarenakan adanya penyerapan panjang gelombang cahaya dari trace elements pada suatu benda baru kemudian memantulkan panjang gelombang yang dapat terserap benda tersebut sehingga menghasilkansuatu warna tertentu. Begitu juga warna yang kita lihat pada batu permata. Sedangkan yang kami dapati pada pembahasan ini adalah adanya distorsi warna yang disebabkan inklusi yang ditunjang dengan cutting batu permata tersebut. Facet pada cutting suatu batu permata juga berperan besar dalam memantulkan gelombang cahaya ke pengelihatan kita.

Inklusi berwarna kuning/orange yang kami maksud disini adalah iron stain. Iron stain sendiri biasa ditemukan pada Corundum yang berasal dari wilayah magmatic, seperti Madagascar, dan juga wilayah Metamorphic seperti Sri lanka. Jika kita perhatikan pada foto dibawah ini, dapat terlihat bahwa warna pada batu tersebut hanya pink saja. Seluruh komponen orange murni berasal dari iron stain.

 

Inklusi iron Stain2
pembesaran 40X
Inklusi iron Stain3
iron stain
Inklusi Iron Stain di crack
iron stain yang cukup besar

Inklusi iron Stain

 

Dalam prosesnya, Hujan yang turun membasahi tanah masuk kedalam permukaan bumi dan membersihkan iron dari sedimen, dimana ketika terjadi kontak dengan mineral Corundum, air yang sudah mengandung iron tersebut mengisi celah-celah/crack pada Corundum. Air dalam celah-celah pada Corundum biasanya akan menguap, sehingga meninggalkan iron tersebut yang pada akhirnya menyatu dengan crack. Benar bahwasanya Iron adalah suatu element dan merupakan salah satu element yang dapat menyebabkan suatu warna, tetapi hal itu hanya bisa terjadi apabila iron berdiri sendiri. Sedangkan dalam pembahasan kali ini, element iron sudah berubah menjadi suatu inklusi solid yang terkontaminasi dengan celah-celah/crack pada batu permata Corundum.

Ini lah yang kami sebut sebagai “pseudo” padparadscha. Tentu istilah ini tidak kami cantumkan dalam laporan kami, namun hanya istilah yang kami gunakan agar mudah bagi kita semua memahami perbedaannya, mana padparadscha sungguhan dan mana yang bukan.

Kami harap informasi singkat ini dapat bermanfaat.

 

 

Terima kasih

Adam & Yuan

Photo by: Mingma Sherpa, D.G.I., G.G.

 

References:

http://gemologyproject.com/wiki/index.php?title=Causes_of_color#Electron_color_centers

https://www.itp.uni-hannover.de/~zawischa/ITP/origins.html

https://www.gemsociety.org/article/gem-formation/

Photo Atlas, Volume. 3