Membedakan Green Chalcedony,Chrome Chalcedony, Chrysocolla-in-Chalcedony, Chrysoprase Chalcedony, dan DyedChalcedony.


chrome chalcedony

Chalcedony adalah sebuah nama yang diberikan kepada seluruh jenis cryptocrystalline quartz, yang mana mineralnya terdiri dari cystal-crystal kecil silica yang menyatu dan membentuk chalcedony tersebut. Dapat diartikan bahwa Chalcedony tidak terdiri dari satu crystal besar saja seperti halnya Macrocystalline quartz yang terdiri dari Citrine, Amethyst,Rose Quartz, dan lainnya. Meskipun cystal-crystal yang membentuk chalcedony bisa dikatakan cukup rapat, tetapi tetap saja menjadikan batu ini Pouros, yaitu berpori-pori sehingga dapat mudah menyerap sehingga chalcedony menjadi batu yang paling banyak dilakukan proses dyed atau pewarnaan.

Chalcedony pun terbagi lagi menjadi sub-varieties, khusus di bahasan kali ini, saya akan berfokus pada Green Chalcedony, Chrome Chalcedony, Dyed Chalcedony, Chrysocolla-in-Chalcedony dan Chrysoprase Chalcedony.
Lalu apa sih perbedaan antara Green, Chrsyoprase, Chrome dan dyed Chalcedony?  dan yang lebih penting lagi, bagaimana membedakannya?  Mari kita ulas satu per satu.
1379486856_547477727_7-Green-Chrome-Chalcedony-51-NEW-Indonesia
Green Chalcedony adalah Rajanya keluarga Chalcedony di Indonesia. Jauh sebelum Chrysocolla in Chalcedony diketahui banyak orang, Green Chalcedony sudah lebih dulu memikat hati pecinta batu asal Indonesia. Sejatinya, Green Chalcedony dan Chrysoprase memiliki warna hijau yang berasal dari trace element yang sama, yaitu Nickel Oxide. Jadi pada dasarnya perbedaan antara Chrysoprase dan Green Chalcedony hanyalah dari warnanya saja. Green Chalcedony berwarna hijau murni, sedangkan Chrysoprase berwarna yellowish green atau biasa disebut applegreen.

Yang penting untuk diperhatikan adalah cara membedakan Green/Chrysoprase Chalcedony dengan Dyed Chalcedony. Pengertian dyed disini adalah suatu proses penambahan warna guna memberikan warna hijau terhadap varian Chalcedony. Mengapa penting? Karena baik Green dan Chrysoprase memiliki nilai jauh diatas Dyed Chalcedony, lalu Green dan Chrysoprase juga lebih langka, berbeda dengan dyed Chalcedony yang dapat anda temukan dan import dalam skala besar sekalipun. Lalu bagaimana membedakan Green/Chrysoprase dengan dyed Chalcedony? Pertama, karakteristik inklusi. Green/Chrysoprase memilki ‘serat’ atau ‘tali air’ yang tidak beraturan, sedangkan dyed Chalcedony memiliki serat yang lebih besar dan hampir selalu satu arah (perhatikan serat-serat yang terdapat di Carnelian ataupun Agate, kurang lebih seperti itu). Kedua, adalah dengan menggunakan Chelsea filter, Green/Chrysoprase tidak akan bereaksi menggunakan Chelsea filter dikarenakan Chelsea Filter tidak akan ‘membaca’ reaksi dari Nickel, sedangkan dyed Chalcedony akan bereaksi dengan berubah menjadi grayish atau pinkish.
ChelseaFilter
Sekarang mari kita bergerak ke pembahasan selanjutnya, Chrome Chalcedony atau ada sebagian yang menyebutnya Mtroloite, memiliki warna hijau yang berasal dari Chromium. Inklusi Chromite yang tersebar secara acak dan menyeluruh dalam Chrome Chalcedony menjadikan varian ini cukup mudah untuk dibedakan dengan dyed Chalcedony. Sedangkan cara lainnya yang juga cukup membantu adalah lagi-lagi penggunaan Chelsea Filter. Sudah saya sebutkan tadi jika dyed Chalcedony akan bereaksi grayish atau pinkish, jika sebelumnya saya paparkan bahwa Green/Chrysoprase Chalcedony tidak akan bereaksi, justru dengan Chrome situasinya berbeda. Chromium akan bereaksi terhadap Chelsea Filter, akibatnya anda akan melihat warna merah yang sangat kuat dalam penggunaan Chelsea Filter untuk Chrome Chalcedony. Chrome Chalcedony diketahui terdapat paling banyak di Zimbabwe, disusul oleh Australia dan Indonesia (meskipun sangat sedikit, yaitu Kalimantan Tengah dan Jawa barat)
Pembahasan yang terakhir mengenai Chrysocolla-in-Chalcedony yang mana dua tahun kebelakang ini terus menjadi buah bibir dan ikut memberikan andil dalam ‘merakyat’nya batu mulia asal Indonesia ke seluruh kalangan. Apa lagi batu ini terkenal dengan kemampuannya berubah semakin ‘kristal’ (sayangnya referensi ilmiah mengenai ini belum dibahas dan diteliti bersama layaknya treatment atau jenis batu-batu lain di dunia). Di luar Negeri, Chrysocolla in Chalcedony dikenal sebagai “Gem Silica”  sedangkan di Indonesia dikenal dengan istilah “Bacan”.  Element yang memberikan warna blue-green, bluish-green, greenish-blue maupun green-blue adalah Copper.

rough_chrysocolla_mexican

Tahukah anda darimana asal usul istilah “bacan” melekat dan identik dengan Chrysocolla in Chalcedony? Bacan adalah nama pulau yang terletak di wilayah Maluku. Pulau Bacan di kelilingi oleh beberapa pulau lainnya. Pada awalnya, masyarakat dari pulau-pulau sekitar melakukan jual beli batu hijau/biru di pulau Bacan ini, mulai lah dari situ munculnya istilah batu Bacan yang kemudian baru diketahui bahwa batu hijau/biru tersebut adalah varian Chrysocolla in Chalcedony. Uniknya, Chrysocolla in Chalcedony sendiri bukan berasal dari pulau Bacan, melainkan pulau Kasiruta. Awal tahun 2000-an, para pelaku batu permata di Indonesia belum sadar akan potensi batu asal Indonesia ini. Justru mereka disadarkan ketika perlahan-lahan orang asing, khususnya dari Taiwan dan Korea Selatan mulai datang dan membeli varian Chrysocolla in Chalcedony ini. Belum lagi ketika mantan Presiden kita, Bapak SBY memberikan “Bacan” sebagai kenang-kenangan kepada Presiden Amerika, Obama. Rentetan peristiwa ini perlahan tapi pasti membangun pasar baru yang dampaknya tidak pernah terpikirkan oleh kita semua. Saat ini, dilaporkan bahwa Chrysocolla in Chalcedony juga terdapat di wilayah pesisir Sumbawa dan Papua. Sedangkan di Dunia, Peru dan Arizona masih mendominasi. Sudah saatnya Chrysocolla in Chalcedony Indonesia menggeser dominasi Peru dan Arizona, melihat dari segi kualitas, Chrysocolla in Chalcedony Indonesia, bagi saya pribadi tetap yang paling menarik. Mungkin saya sedikit bias dalam mengatakan ini, namun perkataan saya didasari fakta jika saya memeriksa varian ini setiap harinya. Dan tidak ada hari yang terlewat tanpa saya belajar sesuatu yang baru dari varian ini. Jika anda tertarik untuk melihat foto inklusi  serta membaca penjelasan properties Chrysocolla in Chalcedony, silahkan kunjungi wordpress rekan saya, pak Jesse, http://jesse-taslim.com/2015/02/22/chrysocolla-in-chalcedony-bacan/

Kedepannya akan saya masukan foto-foto inklusi Dyed Chalcedony, Green/Chrysoprase dan Chrome Chalcedony. Terima kasih, semoga bermanfaat.

salam,

Adam Harits, G.G

GRILab Gemologist

www.adamharits.com

Advertisements

42 thoughts on “Membedakan Green Chalcedony,Chrome Chalcedony, Chrysocolla-in-Chalcedony, Chrysoprase Chalcedony, dan DyedChalcedony.

  1. Master.. sekarang di pasaran Jakarta ada trending baru, mereka menyebutnya batu “Bacan Buli”, cirinya: berwarna hijau muda (apple green), kadang ada urat2 Quartz yg agak besar (bening, berwarna hijau seperti emarald), hardnessnya rendah (based on testimoni pengrajin batu cicin). kira2 mineral apa sebenarnya “Bacan Buli” itu? apa benar “Chrysoprase”?
    thanks in advance.

    1. Maaf atas respon yg lama, deskripsi bapak diatas cocok dengan Chrysoprase, tetapi seharusnya Chrysoprase hardnessnya sama dengan Green Chalcedony. Akan saya coba cari tahu lebih lanjut. Thank you

      1. Terima kasih telah membaca. Meneliti semua jenis batu permata adalah pekerjaan utama saya di Gem Research International Laboratory.

      2. Bener om acunk,

        Hati2 menyamakan bacan dengan silica gel bangsa lain,
        chrysocolla in chalcedony kita lebih exotic, totally complicated, terutama komposisi kimiany.

        Belum ada penjelasan spesifik kenapa bacan mampu berevolusi, yang kasat mata terjadi pada perubahan warna, yang pada dasarnya itu adalah pengurangan dan penambahan komposisi kimia yg terdapat di dalam bacan.

        Di geologi, tidak ada batu yg sama komposisi mineral pembentuk nya, kenapa nama bacan, itu karna model batu dengan komposisi mineral pembentuk nya serta struktur mineralnya hanya di temukan di pulau bacan, tidak pada tempat lain di dunia ini.

        Penjelasan untuk chrysocolla sendiri tidak ada pak, banyak chrysocolla beredar di pasaran (skala kekerasan 3-4) yg paling lapuk berupa bubuk, yg pasar sebut adalah kapur.

        Salam.

      3. Lo gk kenal GRI bro, jd dokem aj, Jgn spt mulut klawing kelakuan bacan, paham lo!!

  2. pak adam saya mau tanya apakah gemolog itu saat memberikan origin batu suatu kepastian(100%) atau hanya perkiraaan?dan kelangkaan antara keluarga batu hijau di atas apa yg paling sulit di dapatkan dan paling di cari.trimakasih mohon pencerahannya

    1. Selamat siang, tidak ada yang bisa memastikan keakuratan Origin sampai 100% pak. Kami menentukan Origin berdasarkan, pertama, karakter inklusi dalam batu. kedua, perbandingan dengan sample2 dari seluruh negara, makanya sample specimen sangat penting sebagai database. Ketiga, kandungan trace element didalam batu yang dapat dipelajari atau di lihat dengan alat2 penunjang (advance instrument) seperti UV-ViS, FTIR, Raman Spectroscopy dan lain2. Tapi yang paling penting adalah skill tenaga ahlinya pak.

      1. Untuk GRI lab saya sangat salut untuk dedikasinya di dunia perbatuan. Beberapa kali saya sudah menguji batu2 akik di GRI lab. Pernah jg saya mendapatkan penjelasan langsung dari gemologist nya, tentang batu akik yang saya ujikan yang keluar comment nya tidak saya temui di kolom penjelasan.
        Namun sekedar saran saja semoga dapat di tanggapi, sekiranya bisa di tambahkan dalam keterangan di sertifikat atau pun di id card tentang nilai skala kekerasan pada batu yang di periksakan. Sehingga customer dan pecinta batu mulia bisa lebih teredukasi lagi dan mengetahui kekerasan batu yang di periksakan. Karena nilai kekerasan pada batu yang di miliki terlepas dari apapun jenis mineralnya dapat di jadikan patokan bahwa nilai kekerasan suatu batuan mulia adalah hal yang utama bagi para pecinta batu mulia. Terima kasih

      2. yang bisa memastikan hanya penambang pertama dan Tuhan pak. Bahkan pencetus penelitian akan Origin, Gubelin, pun mengatakan hal yang sama. Kami para Gemolog dan Institusi penelitian dapat mempelajari dan mencari tahu, mulai dari faktor Inklusi, sampai komposisi kimia untuk menentukan Origin, namun tidak ada yang bisa memastikan sampai 100%. Saya ambil contoh misalnya antara Ruby Burma dan Ruby Mozambique. Ruby Mozambique relatif baru ditemukan tambangnya. Keduanya memiliki karakter yang mirip sekali, bahkan Lab sekelas GRS pada tahun-tahun pertama kemunculan Ruby Mozambique ini memberikan Origin Burma untuk Ruby-ruby Mozambique ini. Baru setelah dipelajari lebih lanjut terdapat perbedaan. Bisa dibedakan? bisa. Bisa dipastikan? tidak. Terima kasih

  3. Selamat pagi kang adam.. Salut buat GRI yang sudah mendedikasikan diri untuk mengedukasi masyarakat perbatuan indonesia dalam hal mengenal jenis2 mineral yang ada pada batu mulia. Saya pribadi sangat terkesan dengan prinsip2 yg di pegang oleh GRI lab dalam memberikan penjelasan tentang batuan yang di periksakan. Sekedar saran jika berkenan, menurut saya akan lebih baik lagi jika di dalam penjelasan di cantumkan juga nilai kekerasan batu yang di periksakan sehingga para gemslover dapat mengetahui nilai kekerasan pada batu yang di milikinya secara pasti. Terima kasih

    1. Salam,

      untuk membedakan kedua varian ini, memang agak sedikit ‘tricky’ pak. karena terkadang Chrysocolla in Chalcedony yang warna muda ada yang mirip dengan warna apple-green.

  4. P. Adam

    Kalau Batu Akik Hijau Garut Ohen itu sama jenis nya dengan Chrome Chalsedony atau dengan Chrysoprase Chalsedony

      1. Ingin bertanya lebih lanjut soal chrome calcedon pak, apakah ada chrome calcedon yang dihasilkan di Indonesia ? apakah ada kemungkinannya kalau chrome calcedon itu batuan hijau garut ? krn bnyak yg menyamankannya pak. mohon pencerahannya, thanks

  5. Salam gemslovers…
    Sangat menarik ulasan diatas,menambah wawasan saya..
    Ada yg ingin saya tanyakan…berapakah pH air yg cocok utk merendam batu jenis chrysocolla? Dan apakah pH air 2,5 dan 6 akan merusak kualitas warna batu dlm jgk panjang?
    Terimakasih dan semoga bapak bisa berikan artikel berikutnya utk menambah wawasan bagi penggemar gemstone

    1. salam,

      Belum ada penelitian pasti akan pH air yang cocok jika ingin merendam dan bagaimana efeknya dalam jangka panjang untuk varian Chrysocolla in Chalcedony.

  6. Terima kasih pak Adam atas informasi ttg chalcedony yg sgt mencerahkan. Terkait chrome chalcedony yg berasal dari Zimbabwe dan Jawa Barat apakah ada perbedaan yg bisa diketahui melalui uji lab? Ty.

    1. Terima kasih telah membaca.

      Sejauh ini karakter Chrome Chalcedony Zimbabwe dan Indonesia masih harus terus dipelajari lebih lanjut. Makanya GRI sampai detik ini belum memberikan Origin untuk Chrome Chalcedony. Hanya Trade Name saja.

  7. saya harap juga bgitu pak.. bukankah origin masih sulit utk dibedakan.. karena yg dilihat umumnya dari komposisi mineral batu tersebut.. khususnya chrome chalcedony yg sedang hangat diperbincangkan..

    klo dilihat statement bapak yg bilang di indonesia ada di kalimantan tengah dan jawa barat.. dan paling banyak di Zimbabwe.. artinya bapak memegang sample dari masing2 daerah tersebut.. bisa diupload pak samplenya biar jelas

    btw pak… kenapa yg bapak posting “ada customer gri membawa sample chrome dari maluku”… atau klo tdk salah lihat chrome berasal dari maluku.. saya lihat ini dihapus?… bisa dijelaskan pak?

    1. Ada pak samplenya, Zimbabwe, Australia, dan Kalteng. Statement itu saya hapus karena ternyata yang ia bawa bukan dari Maluku. Secepatnya saya upload foto inklusi dan tampak luarnya. Besok di GRI Lab akan saya foto

      1. itu menurut pengakuan yg ngirim barang atau memang bapak yg mendapat informasi lain?.. maaf sebelumnya.. krn statement yg sdh tertulis pada waktu itu harus dipertanggungjawabkan.. krn sdh dicopy di beberapa blogs dan grup batu nusantara.. yg percaya klo bahan juga ada di maluku

      2. Beberapa sumber informasi yang langsung saya dapatkan, berisi bantahan adanya deposit Chrome disana. Sedangkan si pemberi barang ke saya tetap kekeuh mengatakan ia menemukan langsung sumbernya di Maluku. Mengingat saat ini Chrome lagi banyak, akan lebih baik untuk menghilangkan statement saya tsb sebelum ada bukti yg lebih kuat. Bagi saya sendiri, melihat kondisi saat ini, saya semakin yakin sample yang saya terima dua tahun lalu bukan berasal dari Maluku. Kami sebagai peneliti tentu tidak luput dari kesalahan, karena itu lah pembaruan informasi perlu dilakukan. Terima kasih

  8. Terima kasih pak Adam utk jawabannya. Mohon pencerahan juga sekiranya batu permata chalcedony yg ada serat kuranya dilakukan proses pewarnaan atau dyed, apakah serat kuranya akan hancur ato hilang? Ty.

  9. Selamat sore mas adam skarang” ini Lab tidak bisa lagi mengeluarkan origin atas batu yg jenisnya chalcedony apakah baru” ini saja, sedangkan sebelum marak batu akik di indonesia sudah ada dan sudah dapat di pastikan asal negaranya, seperti green chalcedony, chrysoprase, chrome, bacan. Mohon bantuannya untuk lebih jelas jenis batu yg saya sebutkan apa banyak di negara lain dan dimana saja batu itu berasal, sekian terima kasih.

  10. pak adam saya dibawakan batu dari nigeria warna seperti chrome chalcedony, yang saya mau tanyakan apakah di nigeria sendiri ada deposit chrome chalcedony ataukah deposit green chalcedony,thx

  11. selamat pagi,,,,, salam kenal an, saya dri tasikmalaya. di tasik ada sebuah batu, yang saat ditambang mengeluarkan energi listrik. Ketika dipahat terasa energi listrik mengalir. warnanya ungu gan, jenis batu apa itu gan? maaf saya awam. terima kasih sebelumnya 🙂

  12. Terimakasih Pak Adam, atas artikelnya yang mencerahkan, untuk batu jenis red baron, yellow pacitan, dan rafflesia dalam warna yg sama (red, yellow), bagaimana penggunaan chelsea filter nya, untuk membedakannya dengan batu dyed ?

    Hal yg sama juga saya tanyakan untuk jenis batu pandan (merah, kuning, hitam/lumut)

    Terima kasih sebelumnya

  13. Siang pak..barusan saya memo batu di s*ason cit* jakbar 2 lab sekaligus slh st Inisial depan D ..pertanyaannya apakah chrysoprase chalchedoy itu garut ohen ? di memo sy tertulis itu dan origin Indonesia, 2 lab menyatakan sama..tp sy tanya langsung dng gemolognya di 2 lab tsbt chrysopase itu bukan garut..yg dianggap garut itu hny chrome chalchedony ..terus terang sy jd bingung hehe..mohon pencerahan Pak yg diakui specimen Garut kalau penilaian kontes yg mana kah ? Thanks

  14. Pak adam, saya mau tanya, untuk menentukan Chrome Chalcedony dengan Chelsea Filter cahaya yg digunakan warna putih atau kuning?

    Thankyou

  15. mohon pencerahannya..di kalimantan barat-tengah,ditemukan batu yg kami sebut kecubung biru laut,tapi ketika di certifikat kan keluar nama topaz…apakah tdk bisa dibuat biru laut…krn jadi gk istimewa lagi kalau jadi topaz…kecubung biru laut tsbt bahan nya sangat susah didapatkan.

  16. Info menurut pengetahuan sya
    Untuk jenis chrysoprase.green.chrome.chrysocolla itu banyak di negara lain..jadi kita bebas blang batu itu asal dari mana..yang penting bagi saya itu hasilnya NTE/NTD bukan dyet….

    Karena kalo kita membahas tentang garut itu banyak sekali hasilnya bukan hanya green.chrysoprase.chrome dan chrysocolla..bahakan ada kluar carnelian.pres opal.chrysopal.green opal.amethys dan mash bnyak ragam lainya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s