New Type of Corundum Treatment; Cobalt-Infused lead-glass-filled Sapphire

Beberapa bulan terakhir ini, market batu permata dinegara kita ini seperti diserbu oleh kehadiran batu Natural Sapphire, dengan warna biru yang cukup attraktif dan berharga sangat murah dibanding Natural Sapphire pada umumnya. Kami cukup tertantang untuk melakukan riset tentang batu-batu tersebut. Dan ini lah yang kami dapatkan.

Penemu metode sapphire ini adalah orang Thailand yang memang hidupnya dihabiskan untuk mencari dan menemukan treatment-treatment terbaru yang bisa diaplikasikan untuk batu permata dan mencari keuntungan pastinya.

Bahan awal dari sapphire yang memiliki beberapa sebutan, “Cobalt-dopped glass filled sapphire” , “Cobalt-Infused lead-Glass-Filled Sapphire”, “Composite-Sapphire” adalah nearly colorless corundum atau sedikit bluish, hampir opaque(tidak transparan), dan dipenuhi oleh inklusi-inklusi dan juga crack-crack diseluruh batu.

Bahan-bahan rough corundum ini lalu di rendam beberapa minggu didalam cairan acid. Setelah direndam, baru lah rough-rough tersebut di bakar dengan suhu mulai dari 1200 derajat celcius sampai dengan 1300 derajat celcius untuk rentang waktu antara 4 sampai dengan 10 jam, dalam proses pembakaran ini lah dimana cobalt element dan glass filled masuk kedalam bahan-bahan rough corundum tersebut, glass filled disini merapatkan crack-crack yang terdapat di rough, sedangkan cobalt element menghasilkan warna biru Kristal yang akhirnya terpancar dari rough-rough tersebut. Baru setelahnya mereka mencutting dan menjualnya dipasaran.

Sekarang, mari kita bahas mengapa terjadi banyak perbedaan nama dalam menyikapi treatment terbaru ini, mengapa sampai ada yang menyebut batu-batu ini adalah composite?

Australian-Gemologist mempunyai pandangannya sendiri seperti yang terdapat didalam website www.ruby-sapphire.com , bahwa mereka menganggap batu-batu yang mereka sebut dengan Cobalt-Dopped Glass Filled Sapphire ini sebagai “composite” karena bahan-bahan rough tersebut telah melalui treatment yang sangat signifikan, dan cobalt serta glass filled menguasai hampir 90% didalam isi batu, dan Dopped disini berarti kurang lebih sama dengan Diffused, jadi jika kita ambil kesimpulan mengenai Cobalt-Dopped disini adalah element Cobalt yang di diffused kesetiap celah-celah yang terdapat di permukaan batu, itulah opini mereka yang menurut saya pribadi cukup masuk akal tetapi salah kaprah. Lalu disamping itu Ted Themelis, salah satu pakar riset treatment batu permata, dalam websitenya http://themelis.com/Education-Pb-Co.html mengcounter opini dari Australian-Gem, menurutnya istilah Dopped/Diffused untuk treatment di Corundum ini kurang tepat, karena sudah jelas bahwa Cobalt element serta glass filled sama-sama masuk kedalam batu dan setiap celah, bukan hanya yang dekat dengan permukaan, itulah alasan Ted menggunakan istilah Cobalt Infused Lead Glass Filled.

Lalu bagaimana dengan GRI Lab? Dari riset yang kami lakukan, kami sependapat dengan apa yang diungkapkan Ted Themelis, bahwa batu-batu ini adalah Natural Sapphire yang telah melalui heavy treatment, karena itu perlu dipahami arti dari H(c) + D- Dyeing yang selalu dicantumkan GRI Lab disetiap Gem-id ataupun Seritifkat untuk batu-batu Sapphire ini. H(c) yang dimaksud disini adalah sama dengan yang terdapat di ruby, yaitu glass filled, lalu istilah Dyeing yang kami gunakan adalah untuk mengartikan element cobalt yang memberikan warna kedalam bahan-bahan corundum tersebut sehingga menjadi berwarna biru. Bukan tidak mungkin jika kedepannya GRI Lab akan menciptakan istilah baru di comment section, misalnya dengan mengganti istilah H(c) + D-Dyeing, dengan Cobalt-Glass Filled Treated. Tetapi kami masih terus mengkaji, perlu atau tidaknya perubahan comment tersebut, mengingat kedua istilah diatas adalah sama pada dasarnya.

 Pada section terakhir ini saya tertarik untuk sedikit membahas tentang durability dari sapphire Cobalt-Glass Filled Treated ini, Cobalt-Glass Filled sapphire ini sangat tidak stabil dan membutuhkan perawatan khusus, jangan merendam batu ini didalam cairan acid ataupun detergent, karena dapat menyebabkan kerusakan.

Saya harap informasi ini dapat bermanfaat untuk kita semua, terima kasih, dan sukses selalu

Adam Harits, G.G

GRI-Lab Gemologist

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s